Posts

CARAMEL

HI !!! my dearest caramel, Selamat bertambah angka dalam usia dan berkurang masa di dunia, untuk manusia favoritku sejak pertama kali sua. hey my lovely caramel, terimakasih telah sudi memberikan masa dan ruang untukku tumbuh dalam setiap perjalanan dan proses yang dirimu sambangi beberapa bulan belakangan ini, barangkali terhitung sudah lebih dari 1 tahun sepertinya. Maaf, aku baru sempat hadir saat hidup yang coba kau tata beberapa remuk akan berbagai macam badai di masa sebelumnya. Setelah ini, mari tetap menguat dan tumbuh bersama ya seng, mari tetap berbagi berbagai macam jenis pahit yang ada karena manis sepertinya hanya hadiah dan imbuhan saja. Betapapun kita meratap, nyatanya hidup harus tetap berjalan walaupun mungkin kakimu sudah tak sanggup lagi menapak. Selamat untuk segala macam hal yang telah dirimu capai hingga saat ini, selamat juga untuk tetap kuat bertahan dan mengusahakan apapun yang bisa diusahakan sampai hari ini. Semoga masih banyak nikmat dan bahagia untuk carame...

DUA PULUH DELAPAN

Lagi, dan lagi nyatanya menghilangkan perayaan tak pelak menghilangkan segala macam kompleksitas rasa "kehilangan" yang sesungguhnya. Tetap sulit rasanya berjalan bersama 28 Februari, juga 27 hari dalam Februari lainnya. Memang berhasil meniadakan perayaan, namun sisa-sisa memar itu nyatanya masih merona walau lebih dari 1 dekade adanya. Kini, tak ada lagi hadirmu dalam setiap kisah malam tidurku, tak pernah lagi wujudmu mampir dan sekadar tersenyum pilu menengok hidupku yang seakan berhenti ketika kau berhenti menghidupi hidupku. Memang rela tak semudah lisan berkata, ikhlas juga tak segampang menghabiskan air dalam gelas. Derita? sepertinya kafka lebih paham bagaimana kemudian rasanya mengenyam derita, juga mengunyah dengan seluruh isi dan kulitnya.  Proses? banyak manusia kemudian bernalar bila hidupku sepenuhnya berhenti ketika kau tak berpijak lagi, seperti hanya menghabiskan sisa waktu sebelum mati. Namun, aku tetap berjalan, bangkit bersama manusia lain yang sama rusak...

deja ir la tristeza

        Tidak tepat 1 dekade lalu, namun pastinya tahun ini adalah kali terakhir masa memberikan kesempatan untuk melepas apa yang selayaknya dilepas. Bila kiranya boleh mengintip kembali apa yang telah masa ciptakan 1 dekade lalu, itu adalah kali pertama sang diri percaya akan masa yang disebut dengan indah serta bahagia. Sang diri, kala itu, tak ubahya seonggok diri kotor dengan segala macam amarah di setiap sisi raga dan jiwa. Kini, masa kembali menciptakan rasa sesal pada sang diri yang dengan piciknya terjebak berulang kali pada masa 1 dekade lalu. Sang diri tak lagi merasakan amarah, lebih tepatnya sang diri ingin merajut kembali masa yang ia percaya sebagai indah dan bahagia. Ironi, bahkan sangat utopis bila menelisik kata indah dan bahagia, karena yang selalu membersamai sang diri dalam langkahnya adalah hampa. Sesal? rasanya sang diri tak pantas menyesali apa yang telah digariskan oleh semesta dan tervalidasi oleh masa. Hanya tenang yang sejatinya sang diri ...

Amica

  Selamat bertambah angka dalam usia dan berkurang masa di dunia sohibku. Apapun impian, doa, angan, dan harapan semoga segera didapatkan. Terima kasih untuk perjumpaan tak sengaja yang menjadikan kita rekan sejawat hingga entah kapan nanti. Awalnya, aku tak menyangka kita akan bersua kembali selepas acara itu, sebagaimana acara yang lain, pertemanan pun akan usai bila acara usai. Namun, nyatanya kita tetap berkawan hingga saat ini, beberapa kali keluar untuk melepas penat, mencari sesuatu yang dapat di lahap, bahkan berkendara hingga godean yang ujung-ujungnya tetap tak bisa menonton ala lesehan. Tak dipungkiri, produk kapitalis lebih nyaman dan aman dari terpaan hujan. Maaf bila aku sering meminta masa milikmu hanya untuk menghilagkan rasa penatku, juga meladeni segala macam bacotku dari tawa sampai kisah yang cukup menuai air mata. Semoga, kelak ada masa lagi untuk kita jumpa, mengitari jogja, juga mencari makan bersama. Semoga kau selalu dilimpahkan dan dikelilingi oleh kebai...

Afanas

Cukup lama kita mengenal, rasanya masih tak menyangka mendapatkan kesempatan mengenal dirimu yang mungkin susah untuk dikenal. Ketika pertama mengetuk pintu kayu di hunian lawas itu, aku hanya bermaksud mencari manusia lain untuk sesekali keluar membeli kudapan bersama. Nyatanya, kita sampai pada masa dimana kita saling berbagi, mengumbar haha hihi, menangis tanpa henti, juga berjalan bersama tuk hilangkan penat dan emosi. Seharusnya kita ganjil, ada manusia lain yang membersamai kita, dia yang sabar dan kuat menghadapi caci maki penghuni lelaki biadab tak berguna. Aku masih berharap kita dapat kembali bersua dengan sosoknya, mungkin sesekali bersua lewat media, atau sekadar salig bertukar pesan singkat untuk bertanya perihal kesehatannya. Bila mengingat masa lampau yang sering dijadikan bahan pelampiasan emosi, aku beruntung bertemu dengan partner sepertimu, walau kita sering disibukkan dengan dunia masing-masing, selalu ada kesempatan untuk kita meletakkan kepentingan kita dan kemudi...

Dhanyavaad

Untuk fairuzku yang tentunya bukan arrafiq. Hai cantik, belum genap setengah tahun kita mengenal sebagai manusia. Ahhh rasanya banyak hal yang belum sempat kita bagi dan lukis bersama. Waktu memang kadang jahat karena begitu cepat memberikan sekat pada kita. Entah kapan kita kan bersua kembali, sekadar menukar haha hihi, memuja sana sini, atau bahkan berbincang tak jelas hingga pagi hari. Tentunya, selamat bertambah usia dalam angka dan berkurang masa di dunia. Entah apa yang telah engkau lalui hingga akhirnya masih dapat bertahan lebih dari 2 dekade di dunia. Fairuzku, jangan lupa untuk selalu jaga sehat dalam tubuhmu, bahagia dalam hatimu, dan buanglah sesak dalam pikirmu. Berbahagialah sebentar atas kesempatan yang Tuhan berikan pada nafas, hidup, dan segala macam hal yang menyertaimu. Bersuka lah sejenak atas kebaikan yang Tuhan berikan pada setiap kelancaran langkah kaki dan impianmu. Aku mungkin belum sempat saling mengenal dengan sisi apapun dalam dirimu. Aku pun belum dapat dik...

Morning Glory

Hai, Yang ini bukan lagi sepucuk makna untuk dinda. Bahkan banyak hal yang ada dalam angandan belum sempat terwujudkan namun dinda sudah entah kapan kan dijumpa dan dapat menikmati kebisingan jalan raya bersama. Puji syukur kini dinda sudah bertambah lagi angka dalam usia dan tentunya berkurang masa di dunia. Tuhan begitu baik ciptakan manusia semacam dinda yang selalu membersamai dalam suka duka. Tuhan pun tak pernah ingkar kala memohon tuk berikan teman berfikir, menangis, dan bersandar, diciptakanlah dinda. Tuhan juga tak pernah salah menjauhkan dinda sementara agar timbul rasa yang tak mampu dijelaskan oleh kata2. Sebagian orang menyebutnya rindu semata, atau rasa ingin bersama lebih lama. Namun, rasa ini bukanlah keduanya, ini adalah kombinasi rasa yang termasuk sesal didalamnya. Untaian kata 'Mengapa' selalu terlintas karena banyak hal yang tak sempat diukir bersama. Entah berapa lama lagi kita dapat bersua, sedikit memeluk manja, bertukar canda, atau bahkan meratapi sega...