Dhanyavaad
Untuk fairuzku yang tentunya bukan arrafiq. Hai cantik, belum genap setengah tahun kita mengenal sebagai manusia. Ahhh rasanya banyak hal yang belum sempat kita bagi dan lukis bersama. Waktu memang kadang jahat karena begitu cepat memberikan sekat pada kita. Entah kapan kita kan bersua kembali, sekadar menukar haha hihi, memuja sana sini, atau bahkan berbincang tak jelas hingga pagi hari. Tentunya, selamat bertambah usia dalam angka dan berkurang masa di dunia. Entah apa yang telah engkau lalui hingga akhirnya masih dapat bertahan lebih dari 2 dekade di dunia.
Fairuzku, jangan lupa untuk selalu jaga sehat dalam tubuhmu, bahagia dalam hatimu, dan buanglah sesak dalam pikirmu. Berbahagialah sebentar atas kesempatan yang Tuhan berikan pada nafas, hidup, dan segala macam hal yang menyertaimu. Bersuka lah sejenak atas kebaikan yang Tuhan berikan pada setiap kelancaran langkah kaki dan impianmu. Aku mungkin belum sempat saling mengenal dengan sisi apapun dalam dirimu. Aku pun belum dapat dikatakan dekat walau seringkali kita saling meratap, menatap, dan bercakap cakap. Semoga, kelak kita akan senantiasa bersua dalam kesempatan yang lebih berbahagia.
Terima kasih fairuzku, untuk segala macam haha hihi dalam kehidupanku, untuk cerita mimpi yang asyik dan seru, dan perjalanan ke manapun yang kumau. Aku hanya ingin memberikan sepucuk makna untukmu, kau perempuan hebat, kuat, dan banyak hal positif yang melekat. Ambillah sehelai kertas dan mulailah lukis segala macam hal yang ingin kau gapai menuju narda yang sesungguhnya. Sebab hidup dan pengalaman manusia tersirat dalam 'tabula rasa'. Oiya, sampai lupa, ada sedikit sajak dari baginda segara untuk manusia yang mengagumi romansa. Musafir judulnya, semoga dikau cukup menyukainya
Bagaimana aku berlabuh, Jika seluruh dirimu lautan
Bagaimana aku singgah, Jika seluruh dirimu jalan
Bagaimana aku berteduh, Jika dirimu adalah hujan
Adalah angin yang mengitariku, Adlah terik yang menyulut tubuhku
Adalah badai yang kucinta
Bagaiman aku lari darimu, Jika kau yang mencipta ruang dan waktu
Bagaimana aku terhindar dari mabuk, jika setiap ingatan tentangmu tumbuh menjelma anggur
Bagaimana aku dapat telanjang, Jika cintamu menjelma pakaian bagi jiwaku
Beribu kali aku berjanji melupakanmu, tapi aku selalu terdampar
Manakali aku kembali padamu, Kulihat gelap tersingkap
Bayangmu Kembali Menyala
-Irwan Segara-
Comments
Post a Comment