Amica
Selamat bertambah angka dalam usia dan berkurang masa di dunia sohibku. Apapun impian, doa, angan, dan harapan semoga segera didapatkan. Terima kasih untuk perjumpaan tak sengaja yang menjadikan kita rekan sejawat hingga entah kapan nanti. Awalnya, aku tak menyangka kita akan bersua kembali selepas acara itu, sebagaimana acara yang lain, pertemanan pun akan usai bila acara usai. Namun, nyatanya kita tetap berkawan hingga saat ini, beberapa kali keluar untuk melepas penat, mencari sesuatu yang dapat di lahap, bahkan berkendara hingga godean yang ujung-ujungnya tetap tak bisa menonton ala lesehan. Tak dipungkiri, produk kapitalis lebih nyaman dan aman dari terpaan hujan. Maaf bila aku sering meminta masa milikmu hanya untuk menghilagkan rasa penatku, juga meladeni segala macam bacotku dari tawa sampai kisah yang cukup menuai air mata. Semoga, kelak ada masa lagi untuk kita jumpa, mengitari jogja, juga mencari makan bersama. Semoga kau selalu dilimpahkan dan dikelilingi oleh kebaikan, keceriaan, juga kebahagiaan. Kelak, semoga kita dapat bersua pada kesempatan yang lebih berbahagia, pada hari yang lebih baik, juga pada masa yang penuh canda tawa.
Untuk kawanku,
Kau baik, kau pun tangguh.
Tak apa memberi sedikit ruang pada dirimu,
Tak apa sedikit menangis sebelum melaju,
Terus tumbuh ya, walau seringkali runtuh
Comments
Post a Comment