Mestinya Mengabdi Tanpa Tapi


Menapak – Melangkah – Melaju 

Diantara waktu adalah bayang yang selalu menghantu, seperti hamparan ombak di laut biru. Kini, mestinya kita semua berkumpul dalam suasana haha hihi membuang waktu, bukan berandai dan semakin halu. Seglintir orang pun menebar nostalgia haha hihi dan muncul di setiap explore medsos yang itu. Oh sungguh, aku bukannya mau atau ingin seperti perjalananmu itu, bukannya iri pada kegembiraan dan suasana panas pelepasanmu itu. Namun, tidakkah kau semua tahu bila semua orang tetap berada diantara waktu, diantara situasi dan kondisi tertentu, bahkan tak menentu. Terima kasih teruntuk segelintir manusia yang menyemangati tanpa ragu, memberi petuah ini dan itu. Teruntuk kawan-kawanku, memang semestinya kita mengabdi seperti impian kala itu, seperti angan nyata dan bukan halu. Sayang jutaan sayang, ada sebuah pengabdian dengan “tapi” untuk kita sekarang ini, ada sebuah misi yang terkunci dan tak pernah tahu kapan di realisasi. Kawan, kita semua tetap berada diantara waktu yang mungkin halu dan nampak seperti ambigu. Namun, tetaplah kita ini buka kembali intisari pengabdian dari sang pemilik lubuk hati. Kita tetap mengabdi di tengah pandemi, tetap berbagi dan haha hihi, tetap realisasi sebagian mimpi, dan menjalankan misi dengan hati. SEMANGAT KAWAN

Comments

Popular posts from this blog

Dhanyavaad

DUA PULUH DELAPAN

Sepucuk Makna Untuk Dinda