Akar
Awalnya, yang dasar yang selalu kuanggap penopang, selalu tangguh menahan apapun hal menjulang sampai ke awang-awang. Semua berbalik, yang dasar adalah api, menyulut murka sampai pucuk tertinggi. Mungkin semesta paham bila dasar terlalu kubanhga, terlalu kupuja, hingga ku lupa menapak itu apa sesungguhnya. Tak salah bila semua berakhir pada murka, karena dasarku hanyalah ungkapan tanpa realita. Terlalu angkuh sampai tak tahu tanah mana tempat ku ditempa.
Lantas, dasar kuubah, berdalih perubahan adalah jalan utama. Nyatanya, merubah tak sebaik yang diri ini kira, merubah hanya pura-pura yang fatamorgana. Semua rusak dan tak ada yang tersisa. Terkoyak bak kertas di terbakar api membara. Aku mulai bertanya, mengapa kita perlu memilih suatu dasar ini? Perlukah kiranya kita hidup dengan suatu dasar? Bagaimana bila dasar bak benteng ini akhirnya runtuh?. Sang tuan datang untuk menjawab semua tanya, tuan yang menimang manja dikala belia. Tuan terkadang tak adil pada si bungsu yang suka merengek tanpa makna. Namun, kiranya masihlah ada rasa iba pada si sulung yang tiap hari termenung. Dasar adalah kunci setiap tapak kaki kau kelak di alam yang tak tau wujudnya, dasar adalah jawabanmu untuk kembali menata bila dirimu mulai melesat tanpa arah, dan hanya dasar yang akan kau pegang bila orang lain tak pernah ada. Berpeganglah teguh pada dasar yang kau cipta kala kau sadar kau hidup hanya beberapa masa, Tuan menjawab seakan memberi tali untuk bangkit dan berlomba.
Lantas, dasar kuubah, berdalih perubahan adalah jalan utama. Nyatanya, merubah tak sebaik yang diri ini kira, merubah hanya pura-pura yang fatamorgana. Semua rusak dan tak ada yang tersisa. Terkoyak bak kertas di terbakar api membara. Aku mulai bertanya, mengapa kita perlu memilih suatu dasar ini? Perlukah kiranya kita hidup dengan suatu dasar? Bagaimana bila dasar bak benteng ini akhirnya runtuh?. Sang tuan datang untuk menjawab semua tanya, tuan yang menimang manja dikala belia. Tuan terkadang tak adil pada si bungsu yang suka merengek tanpa makna. Namun, kiranya masihlah ada rasa iba pada si sulung yang tiap hari termenung. Dasar adalah kunci setiap tapak kaki kau kelak di alam yang tak tau wujudnya, dasar adalah jawabanmu untuk kembali menata bila dirimu mulai melesat tanpa arah, dan hanya dasar yang akan kau pegang bila orang lain tak pernah ada. Berpeganglah teguh pada dasar yang kau cipta kala kau sadar kau hidup hanya beberapa masa, Tuan menjawab seakan memberi tali untuk bangkit dan berlomba.
Comments
Post a Comment