ZINDAGI
Rona yang memudar,
dari seutas ranting beralas daun kering
Pendar cahaya di sudut kamar,
sekali lagi buatku melayang
Bersama jutaan sepi yang meradang,
aku tetaplah aku yang amat malang
dari seutas ranting beralas daun kering
Pendar cahaya di sudut kamar,
sekali lagi buatku melayang
Bersama jutaan sepi yang meradang,
aku tetaplah aku yang amat malang
Terlintas rasa tuk bunuh hati yang pintar
Menutup luka dan sepi yang terlampau bimbang
kepada ranting dan hujan, dari aku yang terkapar
Bersama lily yang kau anggap kasih sayang,
dariku yang anggap lily itu pedang
menghunus luka yang meradang
Seperti ksatria dalam perang,
aku tetaplah aku yang malang
Lalu kuucap kata maaf yang amat cetar
Pada dua insan yang mengharap da menungguku pulang,
maaf, aku tetap pada pada upaya untuk tak pulang,
memberi kalian kesempatan tuk rampungkan semua yang rumpang
Aku janji, aku akan pulang
Comments
Post a Comment