Posts

Showing posts from November, 2020

Basis

Lelaki di persimpangan, begitu tepatnya memoriku mengingat suasana sore dengan awan mendung dan gemuruh aspal penuh kepulan polusi. Bila tak salah otakku mengingat, aku melihat lelaki nelangsa yang berlinang air mata.  Oh, awalnya aku terdiam tanpa banyak ucap kata, hanya terdiam menunggu aspal tak lagi panas barulah diriku jalan ke seberang. Namun, lelaki itu datang dan pegang erat lenganku sembari berkata : dapatkah saya meminta tolong barangkali 1 menit?. Pastinya kuberikan 1 menitku untuknya, dengan tatapan nanarnya, aku merasa sesuatu yang aneh terjadi padanya. Tanpa kusangka, saat itu adalah 1 menitku yang berharga dari ribuan menitku lainnya. Hanya beberapa kalimat yang ia ungkap dan berhasil menghipnotis prinsipku hingga saat ini. Katanya, ia baru saja membunuh mimpi anaknya dan sebabkan sang anak mengakhiri hidupnya, ia selalu mengucap kemanakah ia nanti? akankah ia ke neraka? sungguhkah ia amat bersalah karena membunuh mimpi sekaligus harapan hidup sang anak?. Bila sebelu...

Algea

Selayang kabar dari kawanku tentang luka yang merah dan masih meradang. Katanya ia bingung, ia seperti ada raga tanpa rasa, seperti ada jiwa tanpa akal. Sudah tak heranlah lagi karena asal muasalnya adalah luka dari sebuah kasih yang baru baru ini ia kenal dan terpikat untuk lebih rekat. Nyatanya, sang kasih menutup rasa dan membiarkan kawanku rasa kawan sahaja. Klise kelihatanya, banyak puan yang menghempas dengan dalih cukup berkawan sahaja, ya termasuk perlakuanku dulu pada tuan yang kupikir sahabatku seutuhnya. Kalau boleh dikata, memang seperti tak ada daya, timbulkan tanya, dan tancapkan luka. Namun, apalah daya, manusia bukan Tuhan, dapat menyihir hati dan berbalik sekejap saja. Terkadang, luka membuat kita bak merpati yang nelangsa ditinggal sang pujangga. Luka pun memberi kita akal tak waras dan menihilkan logika. Namun, hidup bukan hanya perihal rasa, luka, dan nestapa. Ada banyak manusia lain yg perlu kita jaga, mimpi yang kita capai, dan peristiwa yang mungkin saja lebih bu...

Tamif

  Hai nona.. Klise rasanya tuk ucapkan selamat, mengulang tanggal penetasan bukanlah hal yang perlu diselamati. Namun, doa-doa baik yang menyertai adalah wujud nyata dari keberkahan dan selamat itu sendiri. Aku tak ingin berlama-lama tekan papan ketik tuk berikan untaian panjang mengenang tanggal penetasanmu. Yang aku tahu, beruntungnya diriku betemu kawan nan riang dan selalu tebar tawa macam dirimu. Kau pun tahu bila bumimu kian menua, begitupula masa mu di dunia yang kian memudar. Nona, tetaplah jadi nona yang riang dan tebar tawa, tetaplah jadi nona yang apa adanya, kejar impian nona, buat diri nona bahagia. Karena bahagia nona adalah bahagia orang-orang yang menyayangi nona. Jangan terlalu keras pada diri nona, rehat pun penting, tak semuanya harus tercapai sesuai target nona. Perlahan saja, semua akan kelar pada waktu yang tepat. Nona tak perlu khawatir, banyak orang yang akan selalu ada kasih untuk nona. Nona hebat, nona kuat, dan nona adalah akar dari semua impian nona....