Posts

Showing posts from February, 2021

Sulam

       Di ujung mentari yang tertutup daun terlihat seorang perempuan yang hendak menyulam kesedihan. Agaknya, ia telah dihempas oleh banyak hal dan manusia semasa hidupnya. Mungkin saja ia tak perlu menyulam rasa yang bahkan tak nampak, atau mungkin saja ia dapat hempas semua rasa duka dengan kebanggaan pada dirinya yang telah cukup bertahan menghadapi setiap pelik dalam hidupnya. Namun, perempuan itu tetap memilih untuk menyulam kesedihan, bersama derai angin yang kian kencang dan air yang terus mengalir dari pelupuk mata. “Aku tak apa” katanya, toh dunia selama ini juga selalu melihatku bahagia, penuh tawa, dan selalu tak apa. “Bukankah kau juga perlu rehat dari semua palsu yang kau tebar?”kataku sambil beranjak menekatinya. “Ini caraku rehat, aku mengeluarkan semua diriku pada tiap bait kata yang kusulam dalam kepedihanku. Orang lain tak perlu tahu kapan aku rehat dan bagaimana caraku rehat. Biarkan mereka nikmati canda tawa palsu yang ku tebar, karena duka pun...